teh hitam, teh alami, teh kesehatan, teh herbal, teh outea, outea, teh hitam outea
RSS Feed
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
DAFTAR AGEN KAMI

JAWA TIMUR

PONOROGO

BP. PARDAN : 081 259 22170

MADIUN

LALA : 089 835 34545 / 0351491048

NGANJUK

BP. TUTUT : 081 335 040 022

BP. MURKANI : 081359031686

JAWABARAT

DEPOK

AMBARINI: 0813 8763 6438

 

KAMI MASIH MEMBUTUHKAN AGEN2 RESMI DI KOTA ANDA

SEGERA DAFTARKAN ANDA SEBAGAI AGEN RESMI KAMI

TERIMA KASIH

PENANGANAN PENYAKIT

SILAHKAN KLIK SALAH SATU PENYAKIT DIBAWAH INI YANG INGIN ANDA KETAHUI INFORMASI PENANGANNYA.

1. DIABETES

2. ASAM URAT

3. HIPERTENSI

4. POLIP

5. SAKIT GIGI

6. ASMA

WAKTU SEKARANG


 

kalender

 

TULIS KOMENTAR/ PERTANYAAN ANDA

Letsgodynamic.com: Comment service

 

IDENTITAS PENGELOLA
image

ENDRA PRASETYANA, M.Pd.

HP. 08156871940 / 081391764545


ENDRA PRASETYANA, M.Pd., tinggal di Jongke Kidul Rt 07/Rw 24 Sendangadi Mlati Sleman Yogyakarta. Pekerjaan sebagai pengajar di SMA Negeri 1 Mlati Sleman Yogyakarta.
email:endraprast@yahoo.com
Agen resmi OUTEA No: 90134901
PEMESANAN

Kami melayani pemesanan Teh Hitam OuTea secara online yang dapat diperoleh secara mudah dan cepat, serta menyediakan pelayanan ekspress untuk seluruh konsumen di Indonesia dengan mutu dan kualitas produk terbaik.

Harga Pulau Jawa

1 botol Ou Tea   :

Rp 175.000,-
6 botol Ou Tea (1paket ekonomis)

: Rp 770.000,-

Harga Luar Pulau Jawa


1 botol Ou Tea       

: Rp 200.000,-
6 botol Ou Tea (1paket ekonomis)

: Rp 800.000,-

* Biaya pengiriman :

    Untuk Pulau Jawa Rp. 40.000,-(cepat)

Untuk Luar Pulau Jawa selain Papua Rp. 50.000,-(cepat)

Untuk pemesanan teh hitam Ou Tea, segera hubungi kami:

Telp / sms:

08156871940 (Indosat)

081391764545 (Telkomsel)

Transfer Uang ke Rekening kami:

BANK MANDIRI ATAS NAMA:

ENDRA PRASETYANA, S.Pd.

NO REK: 137-00-0662144-1

KC YOGYAKARTA UGM

BANK BRI ATAS NAMA:

ENDRA PRASETYANA, S.Pd.

NO REK: 0247-01027006-50-0

CABANG SLEMAN YOGYAKARTA

 

JUMLAH PENGUNJUNG

  web site hit counter

                  

TEH HIJAU DAN TEH HITAM

TEH HIJAU DAN TEH HITAM

Selama ini teh hijau dipercaya mampu mengurangi serangan koroner, stroke, diabetes, darah tinggi, dan kanker hati menjadi penyakit yang menakutkan bagi setiap orang. Sehingga banyak produsen teh berlomba-lomba mengeluarkan produk minuman teh hijau kemasan yang lebih praktis. Tetapi benarkan hanya teh hijau yang berkhasiat seperti itu?


Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ali Khomsan MS dan ahli kesehatan jantung Dr Mohammad Taufik Spj dalam sebuah diskusi tentang teh, di Bogor, belum lama ini mengemukakan, teh hitam (black tea) juga berkhasiat sama seperti teh hijau karena kandungan radikal bebas yang terkandung di dalamnya.
"Memang benar teh hitam mempunyai manfaat seperti menurunkan risiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan, dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah," kata Prof Dr Ali Khomsan.


Prof Ali menjelaskan, dari berbagai referensi, diketahui bahwa teh hitam yang selama ini dikonsumsi masyarakat kita cukup banyak mengandung komponen senyawa yang baik bagi tubuh. Utamanya adalah antioksidan serta Theaflavin cukup tinggi. Senyawa itulah yang mempunyai efek dapat mengurangi risiko-risiko penyakit seperti kanker dan mencegah jantung koroner. "Teh hitam atau black tea itu dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi" tutur Ali Khomsan.


Salah seorang pakar kesehatan jantung dari Kota Hujan Bogor, Dr H Mohammad Taufik SpJ mendukung pendapat Prof Dr Ali Khomsan yang menyebutkan teh hitam bermanfaat untuk mengurangi penyakit jantung koroner, kanker, diabetes dan stroke.
Sayangnya, menurut Taufik, manfaat yang terkandung dalam meminum teh hitam belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi maupun publikasi dari berbagai penelitian tentang manfaat black tea bagi kesehatan.
Beberapa waktu lalu, Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta (RSJHK) juga memaparkan hasil penelitiannya dalam talkshow dengan tema "Efek Teh Hitam dalam Mencegah dan Mengatasi Risiko Penyakit Jantung Koroner" di aula RSJHK Jakarta. Menurut hasil penelitian tersebut, Katekin dalam teh hitam, senyawa yang disebut-sebut sebagai aktor yang mampu melawan penyakit degeneratif adalah senyawa Theaflavin.


Senyawa Theaflavin merupakan antioksidan, anti kanker, anti mutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya. Senyawa Theaflavin dalam Teh hitam jumlahnya cukup signifikan.


Secara sederhana, antioksidan dinyatakan sebagai senyawa yang mampu menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi. Berdasarkan sumbernya, anti oksidan dapat dibagi menjadi antioksidan alami dan sintetis.
Theaflavin merupakan antioksidan alami yang sangat potensial. Kemampuannya sebagai penangkap radikal bebas sudah tidak dapat dipungkiri lagi kesahihannya. Kemampuan theaflavin sebagai antioksidan ternyata tidak cukup sampai di situ.
Aktivitasnya sebagai antioksidan dalam menghambat oksidasi low density lippoprotein (LDL) ternyata menunjukkan hal yang menakjubkan. Dalam seduhan teh hitam, theaflavin memberikan warna merah kekuningan.


Sementara itu thearubigin dan theanapthoquinone masing-masing memberi warna merah kecoklatan dan kuning pekat. Untuk hal rasa, bersama-sama kafein, theaflavin yang ada dalam teh hitam memberikan rasa segar
Penelitian di Belanda menyimpulkan bahwa kebiasaan minum teh hitam dapat mencegah penimbunan kolesterol pada pembuluh darah arteri, terutama pada wanita. Minum teh hitam satu sampai dua cangkir mampu menekan penimbunan kolesterol hingga 46 persen dan jika minum 4 cangkir dapat mencapai 69 persen.
Hal tersebut ditunjang oleh hasil penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan serangan jantung berkurang 40 persen pada orang-orang yang membiasakan minum teh hitam.


Teh hitam juga menunjukkan kemampuan yang meyakinkan sebagai sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes, terutama dalam kapasitasnya menaikkan aktivitas insulin.
Penelitian yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat yang telah dipublikasikan dalam Journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam meningkatkan aktifitas insulin melebihi dari teh hijau maupun teh Oolong.
Menurut Mohammad Taufik, biasanya, para ahli kesehatan akan mempublikasikan hasil penelitiannya, setelah beberapa kali melakukan penelitian. Bila hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang sama, baru penelitian tersebut dipublikasikan. Namun bila baru satu kali penelitian, hasilnya belum akan dipublikasikan.
"Kalau penelitian itu baru sekali kami lakukan tidak mungkin kami mempublikasikannya. Biasanya penelitian yang telah dipublikasikan adalah penelitian yang telah berulang-ulang," ujar dokter sepesialis jantung ini.


Lebih Unggul
Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu teh hitam (fermentasi atau oksimatis, kependekan dari oksidasi ensimatis), teh Oolong, dan teh hijau. Konsekuensi logis dari perbedaan proses tersebut, menyebabkan lahirnya perbedaan produk teh baik secara fisik maupun kimia.
Secara kimia, perbedaan yang paling menonjol adalah perbedaan kandungan komposisi senyawa polyfenol. Pada proses pengolahan teh hitam, dan teh Oolong, sebagian katekin berubah menjadi theaflavin, thearubigin, dan theanaphtoquinone.
Meski tidak sepopuler nenek moyangnya (katekin), theaflavin sudah banyak dipelajari oleh sejumlah peneliti. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dari pada katekin, mengingat secara struktur theaflavin lebih potensial dari pada katekin.


Hal ini bisa dilihat dari seberapa banyak gugus hidroksi (OH) yang dimilikinya. Gugus hidroksi ini dapat berfungsi sebagai anti radikal bebas atau antioksidan. Semakin banyak gugus hidroksi suatu senyawa, maka kemampuannya sebagai senyawa antioksidan semakin baik.
Theaflavin hanya terdapat dalam teh hitam atau teh yang telah mengalami oksimatis. Theaflavin merupakan hasil oksidasi katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan teh hitam. Kekuatan Theaflavin setara dengan Katekin bahkan beberapa publikasi terkini menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dari katekin.
Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai produsen teh terbanyak nomor lima di dunia. Namun teh hitam Indonesia berdasarkan penelitian, mengandung theaflavin yang lebih tinggi dibandingkan Jepang maupun China. Dengan demikian, jika kita meminum teh hitam asli Indonesia, kecenderungan mencegah penyakit jantung koroner seperti yang disebutkan di atas makin tinggi. Sayangnya hal ini belum banyak diketahui oleh bangsa Indonesia sendiri.
[suarakarya-online.com]

Tue, 8 Feb 2011 @23:24


5 Komentar
image

Sat, 12 Mar 2011 @10:49

Shanti Dewi

Infonya sangat membantu pak, saya jadi tahu lebih banyak tentang manfaat teh htam secara detail. Terima kasih...

image

Sat, 12 Mar 2011 @10:57

Satrio Nugroho

Web anda luar biasa!!!! saya jadi tahu tentang teh outea secara mendalam dan tertarik pada bisnisnya juga

image

Sat, 12 Mar 2011 @11:03

Diana Sawitri

Web dan conten-nya Dahsyat!!! Saya sudah tahu lama teh outea, api tidak selengkap info di web anda. Terima kasih banyk info penting yang bermanfaat...

image

Fri, 8 Apr 2011 @00:18

liskowanti

alhamdulillah dengan konsumsi Ou Tea 2 botol penyakit liver, asma dan magh kronis dapat tersembuhkan...

image

Fri, 8 Apr 2011 @00:21

rony

saya sdh membuktikan khasiat nyata dari Ou Tea ... asam urat saya sdh kembali normal dan tdk migrain lagi..... hanya dengan 4 botol yg saya konsumsi rutin 6 gelas per hari.... alhamdulillah...


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+2+8

Copyright 2017 endra All Rights Reserved